Kamis, 11 April 2013

asuhan kebidanan dengan sectio saesarea


LAPORAN PENDAHULUAN dan ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “S” G1P0000 UK 41 MINGGU 2 HARI THIU PRE SECTIO SAESAREA dengan INDIKASI POST DATE + CPD
di RUANG IBS RSUD SWADANA JOMBANG



OLEH:
RINDA AYU PUTRI               (11.03.2.033.1)
WAHYUNI SETIANINGSIH (11.03.2.078.1)




STIKES GANESHA HUSADA KEDIRI
PRODI DIII KEBIDANAN
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Istilah sectio saesare berasal dari perkataan latin yaitu caedere yang artinya memotong. Saat ini operasi saesarea lebih aman jika dibandingkan dengan dahulu. Berhubungan dengan adanya antibiotika tranfusi ynag lebih baik. Karena itu sekarnag muncul kecenderugan untuk melakukan sectio saesarea tanpa dasar yang cukup kuat. Dalam hal ini perlu diingat bahwa seorang ibu yang telah mengalami pembedahan itu merupakan seorang yang mempunyai parut dalam uterus, dan setiap kehamilan serta persalinan berikutnya memerlukan pengawasan yang cermat berhubungan dengan bahaya ruptur uteri. Walaupun bahaya iini dengan teknik yang sempurns tidak besar.
Sectio saesarea adalah melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut/laparatomi dan dinding uterus/ histerektomi (prichord mc. Donald. G and 1991: 1007)
Menurut statistic tentang 3509 kasus sectio saesarea yang disusun oleh peel dan chomberlin (1968) indikasi untuk sectio saesarea adalah
1.        Disporposi panggul janin                21%
2.        Gawat janin                                   14%
3.        Plasenta previa                              11%
4.        Pernah sectio saesare                     11%
5.        Kelainan letak                                10%
6.        Incoordinate internee action           9%
7.        Pre eklamsi dan hipertensi  7%
Dengan angka kematian ibu yang belum dikoreksi 17% dan setelah dikoreksi 0,58%, sedang kematian janin  14,5%. Pada 774 persalinan yang mungkin terjadi terdapat 1,03% ruptura uteri. Sectio saesarea yang diselenggarakan pada wanita karena mengalami sectio saesarea. Banyak dilakukan di amerika serikat.






BAB II
TINJAUAN TEORI

1.      konsep dasar sectio sesare
A.  Pengertian
Istilah sectio saesare berasal dari bahasa latin yaitu “caedere” yang artinya memotong
Sectio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding uterus atau vagina atau histerektomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Dalam lapisan kulit operasi saesar ada 8 lapisan kulit yang diiris pisau bedah yaitu lapisan kulit, sub cutis, fasia, otot, peritonium, perimetrium, miometrium dan endometrium

B.   Klasifikasi operasi sectio sesarea
1.      Seksio sesarea primer (efektif)
Seksio yang sejak awal telah direncanakan janin akan dikeluarkan atau dilahirkan secara seksio sesarea, tidak diharapkan lagi kelahiran biasa. Misalnya : Pada panggul sempit (CPD)
2.      Seksio sesarea sekunder
Mencoba menunggu kelahiran biasa (partus percobaan), bila tidak ada kemajuan persalinan atau partus percobaan gagal baru dilahirkan secara seksio sesarea
3.      Seksio sesarea ulang (repeat casearean section)
Dilakukan pada ibu yang persalinan lalu mengalami seksio sesarea dan pada kehamilan berikutnya dilakukan seksio sesarea ulang
4.      Seksio sesarea histerektomi (caesarean section hysterectomy)
Suatu operasi dimana setelah janin dilahirkan dengan seksio sesarea, langsung dilakukan histerektomi dengan sebuah indikasi
5.      Operasi porro (Porro operation)
Suatu operasi tanpa mengeluarkan janin dari kavum uteri (janin sudah mati), dan langsung dilakukan histerektomi.

C.  Tipe Operasi Sectio Sesarea
1.      Seksio sesarea transperitonealis :
a.    Seksio sesarea klasik (korponal)
Dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira sepanjang 10 cm
Kelebihan :
Ø  Mengeluarkan janin lebih cepat
Ø  Tidak terjadi komplikasi kandung kemih tertarik
Ø  Sayatan bisa diperpanjang proksimal tau distal
Kekurangan :
Ø  Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealisai yang baik
Ø  Untuk persalinan berikutnya lebih sering terjadi ryptura uteri spontan
b.      Seksio sesarea ismika (profunda)
Dilakukan dengan membuat sayatan melingkar konkaf pada segmen bawah rahim (low cervical tranversal) kira – kira 10 cm
Kelebihan :
Ø Penjahitan lebih mudah
Ø Penutupan luka dengan reperitonealis yang baik
Ø Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus kerongga peritonium
Ø Perdarahan berkurang
Ø Dibandingkan dengan cara klasik kemungkinan ruptura uteri spontan kurang atau lebih kecil
Kekurangan :
Ø Luka dapat melebar ke kiri, kanan dan bawah sehingga dapat menyebabkan arteri uterina putus sehingga mengakibatkan perdarahan yang banyak
Ø Keluhan pada kandung kemih post operatif tinggi
2.      Seksio sesarea ekstra peritonealis
yaitu tanpa membuka peritonium parietalis dengan demikian tidan membuka kavum abdominal
3.      Vagina (seksio sesarea vaginalis)
Menurut arah sayatan pada rahim, seksio sesarea dapat dilakukan sebagai berikut :
-         Sayatan memanjang (longitudinal) menurut kronig
-         Sayatan melintang (transversal) menurut kerr
-         Sayatan huruf T (T - incision)

D.  Indikasi
*      Plasenta previa sentralis dan lateralis (posterior)
*      Panggul sempit
*      Disporposi cepalo pelvix
*      Ruptur uteri mengancam
*      Partus lama dan partus tak maju
*      Gawat janin
*      Distosia servix
*      Preeklamsi dan hipertensi
*      Malpresentasi janin
*      Letak lintang
*      Letak bokong
*      Distosia oleh karena tumor
Kontra indikasi
Infeksi
E.   Komplikasi
1.    Infeksi puerperal (nifas) :
Ø  Ringan : Dengan kenaikan suhu beberapa hari saja
Ø  Sedang : Dengan kenaikan suhu yang lebih tinggi disertai dehidrasi dan perut sedikit kembung
Ø  Berat: Dengan peritonitis, sepsis dan ileus paralitik. Hal ini sering kita jumpai pada partus terlantar, dimana sebelumnya telah terjadi infeksi intrapartal karena ketuban yang telah pecah terlalu lama
(Mochtar, 1998 : 121)
2.      Perdarahan disebabkan
a.       Karena banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka
b.      Atonia uteri
c.       Perdarahan pada plasenta
3.      Luka kandung kemih, emboli paru dan keluhan kandung kemih bila reperitonialisasi terlalu tinggi
4.      Kemungkinan ruptura uteri spontan pada kehamilan mendatang

F.   Bahaya seksio sesarea
1.    Peritonitis
2.    Ruptur uteri
Supaya dinding rahim ada kesempatan menjadi kuat kembali dinasehatkan supaya pasien jangan hamil lagi selama 3 tahun.
G.  Penatalasanaan Ibu Post Partum SC
1.      Observasi kesdaran penderita
2.      Mengatur TTV
3.      Diet
4.      Mobilisasi
5.      Perawatan rutin
6.      Perawatan payudara
7.      Kembalinya menstruasi
8.      Keluarga berencana






















BAB III
TINJAUAN KASUS
I.            PENGKAJIAN
1).    DATA SUBJEKTIF
1)          IDENTITAS KLIEN(MRS tanggal 24 maret 2013 jam 19.00) No reg 169227

Nama klien            : Ny ” S “
Umur                     : 20 tahun
Suku/Bangsa         : Indonesia
Pendidikan            : SMP
Pekerjaan              : IRT
Penghasilan            : -
Kawin ke              : 1 tahun
Umur kawin           :19 tahun
Lama kawin           : 1 tahun
Alamat                  : sarirejo trawasan sumabito
Nama klien            : Tn ” M “
Umur                     : 23 tahun
Suku/Bangsa         : Indonesia
Pendidikan            : SMP
Pekerjaan              : Swasta
Penghasilan            : -
Kawin ke              : 1 tahun
Umur kawin           :12 tahun
Lama kawin           : 1 tahun
Alamat                  : sarirejo trawasan
sumabito

2)      KELUHAN UTAMA              
     Ibu mengatakan merasa kenceng-kenceng sejak kemarin jam 18.00
3)      RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
Ibu mengatakan keadaanya lemas
4)      RIWAYAT OBSTETRI
a.    Riwayat menstruasi
Menarche                : 12 tahun
Lama haid                : 7 hari
Banyaknya               : 2-3x ganti softek / hari
Siklus                       : 28 hari
Teratur/ tidak           : Teratur
Dismenorhoe            : ya 1 hari selama menstruasi
Fluor albus               : ya sebelum menstruasi
Warna/ bau              : jernih/khas
HPHT                      : 10-06-2012
HPL                        : 17-03-2013
b.      Riwayat  kehamilan sekarang
Ibu smengatakan hamil yang ke 1 dengan umur kehamilan 9  bulan
Hasil tes kehamilan + tanggal tes 20-07-2012
Gerak janin yang dirasakan pertama kali usia kehamilan 18 minggu
Gerakan janin yang dirasakan 24 jam terakhir sekitar ±12x
Pmeriksaan kehamilan yang dilakukan (ANC) selama hamil ini
TM I            berapa kali       : 2x
                    Tempat : bidan
                    Keluhan            : mual, muntah
                    Terapi              : kalk, B complek
TM II          berapa kali       : 5x
                    Tempat : bidan
                    Keluhan            : tidak ada
                    Terapi              : Fe, B Complek
TM III         berapa kali       : 4x
                    Tempat : tidak ada
                    Keluhan            : tidak ada
                    Terapi              : Fe, B complek
 Imunisasi TT                       : T5
Keluhan selama hamil ini       : mual muntah
Obat-obat yang dikonsumsi selama hamil : Fe, Kalk, B complek
Penyuluhan yang didapat      : gizi, istirahat
c.       Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
No
Suami ke
Kehamilan
Persalinan
Nifas
Anak
ket
1
umur
penyulit
penolong
Jenis
tempat
penyulit
penyulit
Seks
menyususi
H/M

HAMIL INI














5)      RIWAYAT GINEKOLOGI
Infertilitas                      : tidak ada
Penyakit kelamin           : tidak ada
Tumor/ kanker              : tidak ada
Sistem reproduksi         : baik
Operasi ginekologi        : tidak ada
6)      RIWYAT KB
Kontrasepesi yang pernah digunakan                 : belum pernah
Lama pemggunaan                                            : -
Kontrasepsi yang sedang digunakan                  :-
Keluhan selama memakai kontrasepsi    :-
Rencana kontrasepssi selanjutnya                      :-

7)      RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Apakah kehamilan ini direncanakan                   : ya
Apakah kehamilan ini diharapkan                      : ya
Harapan terhadap kehamilan sekarang   : laki-laki/ perempuan sama saja
Status perkawinan                                             : menikah
Jumlah keluarga yang tinggal serumah    : 2 orang
Susunan keluarga yang tinggal serumah
No
Jenis kelamin
Umur(tahun)
Hubungan keluarga
Pendidikan
Pekerjaan
Ket
1
Laki-laki
23
Suami
SMP
Swasta
-








8)      RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
a.    Keturunan kembar                                       : tidak ada
b.    Penyakit keturunan                                       : tidak ada
Jenis penyakit                                               : tidak ada
c.    Penyakit lain dalam keluarga             : tidak ada
Jenis penyakit                                               : tidak ada

9)      RIWAYAT KESEHATAN YANG LALU
Penyakit menahun                                             : tidak ada
Penyakit menurun                                              : tidak ada
Penyakit menular                                               : tidak ada

10)  LATAR BELAKAN SOSIAL BUDAYA DAN DUKUNGAN KELUARGA
Kebiasaan / upacara adat istiadat saat hamil       : upacara 7 bulanan
Kebiasaan keluarga yang mengambat                : tidak ada
Kebiasaan keluarga yang menunjang                  : ada
Dukungan dari suami                                         : ada
Dukungan dari dukungan yang lain                     : ada

11)  POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI
a.    Pola nutrisi
Selama hamil                        : Makan 3x sehari porsi cukup nasi, sayur, lauk
                                            : Minum 6-7 gelas + 1 gelas susu
Sebelum hamil                      : Makan 3x sehari porsi cukup nasi, sayur, lauk
                                            : Minum 7-8 gelas sehari
b.    Pola eliminasi
Selama hamil                        : BAK 7-8x BAB 1x sehari
Sebelum hamil                      : BAK 5-6x BAB 1x sehari
c.    Pola istirahat tidur
Selama hamil                        : siang 1 jam, malam 5-6 jam
Sebelum hamil                      : siang 1 jam, malam 6-7 jam
d.    Pola aktifitas
Selama hamil                        : mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan
Sebelum hamil                      : mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan
Masalah                               : tidak ada
e.    Pola seksualitas
Selama hamil                        : 1-3x seminggu
Sebelum hamil                      : 2-4x seminggu
f.      Pola personal hygiene
Selama hamil                        : mandi 2x, gosok gigi 2x sehari
Sebelum hamil                      : mandi 2x, gosok gigi 2x, pembalut 2-3x sehari
g.    Perilaku kesehatan
Penggunaan alkohol, obat-obatan, jamu,sirih, kopi, rokok sebelum hamil : tidak pernah
Penggunaan alkohol, obat-obatan, jamu,sirih, kopi, rokok seelama hamil : tidak pernah

B.   DATA OBYEKTIF
1.      Pemeriksaan Umum
Keadaan umum           
Kesadaran
Keadaan emosional
Tekanan darah
Nadi
Suhu
Respirasi
BB (sebelum hamil)
Tinggi badan
LILA
Baik
Composmentis
Baik
100/70 mmHg
80 x/mnt
36,6 C
24 x/mnt
146 cm
45 kg (sekarang): 58 kg
22 cm
2.      Pemeriksaan Khusus
a.    Inspeksi
Kepala
Warna rambut
Rontok                        
Benjolan                      
Ketombe
hitam
tidak rontok
tidak ada benjolan
tidak ada ketombe
Muka
Bentuk
Cloasm gravidarum
Simetris
Tidak ada
Mata
Kelopak mata
Conjungtiva
Sklera
tidak ada benjolan
merah muda
putih
Hidung
Bentuk
Polip
Secret
Simetris
Tidak ada
Tidak ada
Mulut dan gigi
Hipersaliva
Gigi
Gusi
Stomatitis
Bibir
Lidah

Tidak ada
Tidak ada caries
Tidak ada perdarahan
Tidak  ada
Lembab
Bersih
Telinga
Bentuk
Serumen
Kebersihan

Simetris
Tidak ada serumen
Bersih

Leher
Pembesaran kelenjar thyroid
Pembesaran vena jugularis
Pembesaran kelenjar lymphe
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Axilla
Pembesaran kelenjar lymphe
Tidak ada
Payudara
Bentuk
Pembesaran
Hiperpigmentasi
Papila mamae
Benjolan/ tumor
Keluaran
Kebersihan
Simetris
Ada
Ada
Menonjol
Tidak ada
Tidak ada
Bersih
Perut
Pembesaran
Striae
Linea
Luka parut
Pembesaran lien
Ada
Ada
Ada
Tidak ada
Tidak ada
Punggung
Posisi  tulang belakang
Normal
Anogenital
Vulva dan vagina warna
Luka parut
Varices
Oedem
Keluaran
Hemoroid
Kebersihan
Kecoklatan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Bersih
Extremitas
Oedem
Varices
Kekakuan sendi
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

b.      Palpasi       
Leher
Pembesaran kelenjar thyroid
Pembesaran vena jugularis
Pembesaran kelenjar lymphe
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Payudara
Benjolan/ tumor
Keluaran
Tidak ada
Tidak ada
Perut
Pembesaran lien/ liver
Leopold I
Leopold II
Leopold III
Leopold IV
TFU MC Donald
TBJ
Tidak ada
½ pusat px
Puki
Kepala
Devergen 5/5
35 cm
3720 gr

c.    Auskultasi
Frekwensi
Punctum maximum
Tempat
138x/ menit
-
-

d.    Perkusi
Reflek pattela
+/+

3.      Pemeriksaan Dalam
Vaginal Toucher ( dilakukan tanggal...... jam....)
Vulva
Vagina
Effacement
Pembukaan
Ketuban
Bagian terendah
Denominator
Bagian samping kepala
Hodge
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

4.      Pemeriksaan Panggul Luar
Distansia spinarum
Distansia kristarum
Konjugata externa
Lingkar panggul
Distansia tuberum
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

5.      Pelvimetri klinis (bila ada indikasi)
Promontorium
Linea innominata
o   Konjugata vera
o   Dinding samping
o   Sacrum
o   Spina ischiadika
o   Os cocygeous
o   Arcus pubis
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

6.      Pemeriksaan Laboratorium
Darah
HB
Golongan darah
WR
VDRL
11 gr %
0
-
-
Urine
Protein
Reduksi
Negatif
Negatif

7.      Pemeriksaan Penunjang Lain
USG
NST
Rontgen foto
+
-
-

II.            IDENTIFIKASI DIAGNOSA POTENSIAL
1). Pre Operasi
DS
Ibu mengatakan cemas menghadapi operasi
DO
K/U baik
Kesadaran composmentis

TD : 100/70 mmHg
N : 80 x / menit
S : 36,6 C
RR : 20x / menit
2). Intra Operasi
DS
-
DO
K/U lemah
Kesadaran composmentis

TD : 100/70 mmHg
N : 86 x / menit
S : 36 C
RR : 22x / menit
3). Post Operasi
DS
Ibu mengatakan nyeri pada perutnya bekas operasi
DO
K/U baik
Kesadaran composmentis

TD : 100/60 mmHg
N : 86 x / menit
S : 36 C
RR : 24x / menit

III.            ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
Pre Operasi
Intra Operasi
Post Operasi
Cemas
Resiko terjadi hipovolemik
Nyeri

IV.            KEBUTUHAN SEGERA
Pre Operasi
Intra Operasi
Post Operasi
Berikan KIE
Pemberian cairan RL
Berikan posisi yang nyaman
Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi

V.            INTERVENSI
Pre operasi
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU pre sectio saesarea atas indikasi post date + CPD dengan masalah cemas
Tujuan
Setelah dilakukan asuha kebidanan selama 1x 15 menit diharapkan rasa cemasnya berkurang
Kriteria hasil
1).    K/U baik, kesadaran composmentis TD 110/70 N 80x/ menit RR 20x/ menit
2).    Pasien rileks
3).    Pasien mengatakan tidak cemas
Intervensi
Intervensi
Rasional
1).    Lakukan pendekatan pada ibu dengan menggunakan komunikasi terapeutik
2).    Lakukan observasi TTV
3).    Identifikasi tingkat rasa
4).    Berikan penjelasan sederhana tentang proses operasi
1).    Tercipta rasa salinng percaya antara petugas denga klien
2).    Untuk mengetahui perkembangan klien
3).    Rasa timbul berlebihan akan mennimbulkan reaksi stress yang berlebihan
4).    Ibu mengerti tentang prosedur operasi
 Intra operasi
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU intra sectio saesarea atas indikasi post date + CPD dengan masalah hipovolemik
Tujuan
Setelah dilakukan asuha kebidanan selama 1x 60 menit diharapkan tidak tejadi syok hipovolemik
Kriteria hasil
1).    Operasi berjalan dengan lancar tidak terjadi syok hipovolemik
2).    K/U baik, kesadaran composmentis TD 120/80 N 80x/ menit S 37 C RR 24x/ menit
Intervensi
Intervensi
Rasional
1.      Obeservasi intake dan output cairan
2.      Observasi TTV
3.      Posisikan dalam posisi terlentang sesuai kebutuhan
4.      Berikan ciran IV sesuai indikasi
1.      Mengetahui keseimbangan cairan pasien
2.      Mengetahui perkembangan keadaan pasien
3.      Memaksimalkan aliran balik vena

4.      Untuk menjaga keseimbangan cairan pasien
Post Operasi
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU post sectio saesarea atas indikasi post date + CPD dengan masalah nyeri
Tujuan
Setelah dilakukan asuha kebidanan selama 1x 15 menit diharapkan nyeri berkurang
Kriteria hasil
1).    Nyeri berkurang
2).    K/U baik, kesadaran composmentis TD 120/80 N 80x/ menit S 37 C RR 24x/ menit
3).    Pasien tidak menyeringai
Intervensi
Intervensi
Rasional
1).    Kaji tingkat skala nyeri
2).    Lakukan obsevasi TTV
3).    Ajarkan teknik distrasi relaksasi
4).    Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi
1.      Untuk mengetahui tingkat nyeri pasien
2.      Untuk mengetahui perkembangan keadaan pasien
3.      Untuk mengetahui nyeri pasien
4.      Agar tepat dalam pemberian terapi

VI.            IMPLEMENTASI
Pre Operasi
Tanggal 25 maret 2013 jam 08.30 WIB
1.      Melakukan pendekatan pada ibu dengan menggunakan komunikasi terapeutik
2.      Melakukan observasi TTV TD110/70 N 80x/m S 37ºC RR 20x/ menit
3.      Mengidentifikasi tingkat rasa takut
4.      Memberikan penjelasan tentang prosedur operasi dan keadaan pasien sekarang

Intra operasi
Tanggal 25 maret 2013 jam 09.00 WIB
1.      Observasi input dan output input 2000 cc, output 800 cc
2.      Mengobservasi TTV TD 100/60 N 80x/ mneit S 36 RR 24x/ menit
3.      Memberikan posisi terlentang
4.      Memberikan cairan parenteral

Post Operasi
Tanggal 25 maret 2013 jam 09.45 WIB
1.      Menganjurkan pasien tidur terlentang nyaman
2.      Mengkaji tingkat nyeri
3.      Mengobservasi TTV TD 100/60 N 80x/menit S 37 RR 24x/ menit
4.      Menilai perdarahan ± 20 cc

VII.            EVALUASI
Pre operasi
Hari/Tanggal senin, 25 maret 2013 jam 08.30 WIB
S
Pasien mengatakan sudah tidak cemas
O
K/U baik kesadaran composmentis

TTV:
TD 110/70 mmHg
N 80x/ menit
S :37ºC
RR 20x/ menit
A
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU pre sectio saesarea atas indikasi post date + CPD dengan masalah cemas
Masalah sudah teratasi
P
Operasi akan dilakukan

Intra operasi
Hari/tanggal Senin, 25 maret 2013 Jam 09.00 WIB
S
-
O
K/U baik kesadaran composmentis
Intake 2000 cc, urine 500 cc perdarahan 300 cc

TTV:
TD 110/60
N 82
S37ºC
RR 22x/menit
A
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU intra sectio saesarea atas indikasi post date + CPD dengan masalah hipovolemik
Masalah teratasi sebagian
P
Intervensi dilanjutkan
Pasien akan dibawa keruang pulih sadar
Post Operasi
Hari/Tanggal/Jam seniin 25 maret 2013 jam 12.45
S
Ibu mengatakan nyerinya mulai berkurang
O
K/U baik kesadaran composmentis
perdarahan 20 cc

TTV:
TD 110/60 mmHg
N 80x/menit
S : 37ºC
RR 24x/menit
A
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU post sectio saesarea atas indikasi post date + CPD dengan masalah nyeri
Masalah teratasi sebagian
P
Pasien akan dibawa keruangan




















LAPORAN OPERASI
PRE OPERASI
1.    Timbang terima pasien yaitu perawat ruangan dengan perawat IBS
2.    Dilakukan sign in meliputi
a.       Identitas pasien
b.      Diagnosa pasien
c.       Nama operasi
d.      Nama operator
e.       Tempat operasi
3.    Memberikan dukungan mental dan menjelaskan tentang operasi
4.    Mengganti baju pasien dengan baju operasi dan membawa pasien keruangan OK IGD
5.    Memindahkan pasien kemeja operasi
6.    Dilakukan time out meliputi kelengkapan tim operasi,
7.    Melakukan anastesi oleh dokter/ perawat anastesi
a.       Anastesi SAB
b.      Obat lidodex, liducain epinefrin
INTRA OPERASI
1.      Melakukan fiksasi, memasang pengaman agar pasien tidak jatuh
2.      Observasi TTV TD 110/70 N 80x/ menit, RR 20x/ menit, S 37ºC
3.      Mencuci tangan – siku dengan menggunakan aseptik dan bilas dengan air bersih, bilas juga jari-jari tangan lebih tinggi dari siku.
4.      Ambil gaun steril secara aseptik yaitu pegang jas pada bagian leher dengan menggunakan tangan kiri
5.      Desinfeksi area operasi dengan povidone iodin 10% dan alkohol 70%
6.      Pasang duk steril  dan persempit area dengan  duk kecil
7.      Dilakukan insisi secara horizontal 10cm
Pada explorasi didapatkan uterus gravid aterm,, APD/S: dbn/dbm
8.      Didapatkan ketuban jernih dan janin berjenis kelamin perempuan
9.      Plasenta dilahirkan dengan tarikan ringan
10.  Menjahit luka lapis demi lapis
11.  Melakukan sign out
a.    Cocokan jumlah dan kelengkapan instrumen dan kasa
b.    Mencocokan kelengkapann jarum, instrumen kelengkapan dokumen
c.    Jaringan/cairan tubuh
12.  Rapikan pasien setelah operasi selesai pindah ke brangkat
13.  Pindahkan pasien ke ruang rulih sadar
14.  Observasi TTV
15.  Alat- alat instrumen operasi dirapikan dan dihitung sesuai inventaris kemudian direndam dalam larutan DD1 lalu dicuci dan dikeringkan
16.  Steril alat ke CCSD

POST OPERASI
1.      Memiindahkan pasien ke ruang pulih sadar
2.      Observasi TTV tiap 15 menit
3.      Memindahkan pasien ke ruangan

ALDRET SKOR PASCA ANASTESI
Nama               : Ny “ S”
Umur                : 20 tahun
Jenis kelamin    : perempuan
No RM            : 169227
Uraian
Skor
1).      Pergerakan anggota badan
2).      Pernafasan
3).      Sirkulasi
4).      Warna kulit
5).      Kesadaran
1
2
2
2
2
TOTAL
9
Standart skor untuk pindah ruangan
5 = dapat dipindah ke ruang ICU sentral
7 = dapat dipindah keruang perawatan
9 = dapat langsung pulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar