LAPORAN
PENDAHULUAN dan ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “S” G1P0000 UK 41 MINGGU 2 HARI THIU
PRE SECTIO SAESAREA dengan INDIKASI POST DATE + CPD
di RUANG
IBS RSUD SWADANA JOMBANG
OLEH:
RINDA AYU PUTRI (11.03.2.033.1)
WAHYUNI SETIANINGSIH (11.03.2.078.1)
STIKES GANESHA HUSADA KEDIRI
PRODI DIII KEBIDANAN
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Istilah sectio saesare berasal dari perkataan
latin yaitu caedere yang artinya memotong. Saat ini operasi saesarea lebih aman
jika dibandingkan dengan dahulu. Berhubungan dengan adanya antibiotika tranfusi
ynag lebih baik. Karena itu sekarnag muncul kecenderugan untuk melakukan sectio
saesarea tanpa dasar yang cukup kuat. Dalam hal ini perlu diingat bahwa seorang
ibu yang telah mengalami pembedahan itu merupakan seorang yang mempunyai parut
dalam uterus, dan setiap kehamilan serta persalinan berikutnya memerlukan
pengawasan yang cermat berhubungan dengan bahaya ruptur uteri. Walaupun bahaya
iini dengan teknik yang sempurns tidak besar.
Sectio saesarea adalah melahirkan janin melalui
irisan pada dinding perut/laparatomi dan dinding uterus/ histerektomi (prichord
mc. Donald. G and 1991: 1007)
Menurut statistic tentang 3509 kasus sectio
saesarea yang disusun oleh peel dan chomberlin (1968) indikasi untuk sectio
saesarea adalah
1.
Disporposi
panggul janin 21%
2.
Gawat
janin 14%
3.
Plasenta
previa 11%
4.
Pernah
sectio saesare 11%
5.
Kelainan
letak 10%
6.
Incoordinate
internee action 9%
7.
Pre
eklamsi dan hipertensi 7%
Dengan angka kematian ibu yang belum dikoreksi 17% dan setelah dikoreksi
0,58%, sedang kematian janin 14,5%. Pada
774 persalinan yang mungkin terjadi terdapat 1,03% ruptura uteri. Sectio
saesarea yang diselenggarakan pada wanita karena mengalami sectio saesarea.
Banyak dilakukan di amerika serikat.
BAB II
TINJAUAN TEORI
1.
konsep dasar sectio sesare
A. Pengertian
Istilah sectio saesare berasal dari bahasa latin
yaitu “caedere” yang artinya memotong
Sectio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan
janin dengan membuka dinding uterus atau vagina atau histerektomi untuk
melahirkan janin dari dalam rahim. Dalam lapisan kulit operasi saesar ada 8
lapisan kulit yang diiris pisau bedah yaitu lapisan kulit, sub cutis, fasia,
otot, peritonium, perimetrium, miometrium dan endometrium
B. Klasifikasi operasi sectio sesarea
1.
Seksio sesarea primer (efektif)
Seksio yang sejak awal telah direncanakan janin akan dikeluarkan
atau dilahirkan secara seksio sesarea, tidak diharapkan lagi kelahiran biasa.
Misalnya : Pada panggul sempit (CPD)
2.
Seksio sesarea sekunder
Mencoba menunggu kelahiran biasa (partus percobaan), bila tidak ada
kemajuan persalinan atau partus percobaan gagal baru dilahirkan secara seksio
sesarea
3.
Seksio sesarea ulang (repeat
casearean section)
Dilakukan pada ibu yang persalinan lalu mengalami seksio sesarea dan
pada kehamilan berikutnya dilakukan seksio sesarea ulang
4.
Seksio sesarea histerektomi
(caesarean section hysterectomy)
Suatu operasi dimana setelah janin dilahirkan dengan seksio sesarea,
langsung dilakukan histerektomi dengan sebuah indikasi
5.
Operasi porro (Porro operation)
Suatu operasi tanpa mengeluarkan janin dari kavum uteri (janin sudah
mati), dan langsung dilakukan histerektomi.
C.
Tipe
Operasi Sectio Sesarea
1.
Seksio sesarea
transperitonealis :
a.
Seksio sesarea klasik
(korponal)
Dengan
membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira sepanjang 10 cm
Kelebihan :
Ø Mengeluarkan janin lebih cepat
Ø Tidak terjadi komplikasi kandung kemih tertarik
Ø Sayatan bisa diperpanjang proksimal tau distal
Kekurangan :
Ø Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada
reperitonealisai yang baik
Ø Untuk persalinan berikutnya lebih sering terjadi ryptura uteri
spontan
b.
Seksio sesarea ismika
(profunda)
Dilakukan dengan
membuat sayatan melingkar konkaf pada segmen bawah rahim (low cervical
tranversal) kira – kira 10 cm
Kelebihan :
Ø Penjahitan lebih mudah
Ø Penutupan luka dengan reperitonealis yang baik
Ø Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan
penyebaran isi uterus kerongga peritonium
Ø Perdarahan berkurang
Ø Dibandingkan dengan cara klasik kemungkinan ruptura uteri spontan
kurang atau lebih kecil
Kekurangan :
Ø Luka dapat melebar ke kiri, kanan dan bawah sehingga dapat
menyebabkan arteri uterina putus sehingga mengakibatkan perdarahan yang banyak
Ø Keluhan pada kandung kemih post operatif tinggi
2.
Seksio sesarea ekstra
peritonealis
yaitu tanpa membuka
peritonium parietalis dengan demikian tidan membuka kavum abdominal
3.
Vagina (seksio sesarea
vaginalis)
Menurut arah sayatan
pada rahim, seksio sesarea dapat dilakukan sebagai berikut :
-
Sayatan memanjang (longitudinal)
menurut kronig
-
Sayatan melintang (transversal)
menurut kerr
-
Sayatan huruf T (T - incision)
D.
Indikasi
Kontra indikasi
Infeksi
E.
Komplikasi
1.
Infeksi puerperal (nifas) :
Ø Ringan : Dengan kenaikan suhu beberapa hari saja
Ø Sedang : Dengan kenaikan suhu yang lebih tinggi disertai dehidrasi
dan perut sedikit kembung
Ø Berat: Dengan
peritonitis, sepsis dan ileus paralitik. Hal ini sering kita jumpai pada partus
terlantar, dimana sebelumnya telah terjadi infeksi intrapartal karena ketuban yang
telah pecah terlalu lama
(Mochtar, 1998 : 121)
2.
Perdarahan disebabkan
a.
Karena banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka
b.
Atonia
uteri
c.
Perdarahan
pada plasenta
3.
Luka kandung kemih, emboli paru
dan keluhan kandung kemih bila reperitonialisasi terlalu tinggi
4.
Kemungkinan ruptura uteri
spontan pada kehamilan mendatang
F.
Bahaya
seksio sesarea
1.
Peritonitis
2.
Ruptur
uteri
Supaya dinding rahim ada kesempatan menjadi kuat kembali dinasehatkan
supaya pasien jangan hamil lagi selama 3 tahun.
G. Penatalasanaan Ibu Post Partum SC
1.
Observasi
kesdaran penderita
2.
Mengatur
TTV
3.
Diet
4.
Mobilisasi
5.
Perawatan
rutin
6.
Perawatan
payudara
7.
Kembalinya
menstruasi
8.
Keluarga
berencana
BAB III
TINJAUAN KASUS
I.
PENGKAJIAN
1).
DATA
SUBJEKTIF
1)
IDENTITAS
KLIEN(MRS tanggal 24 maret 2013 jam 19.00) No reg 169227
Nama klien : Ny ” S “
Umur : 20 tahun
Suku/Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Penghasilan : -
Kawin ke : 1 tahun
Umur kawin :19 tahun
Lama kawin : 1 tahun
Alamat : sarirejo
trawasan sumabito
Nama klien : Tn ” M “
Umur : 23 tahun
Suku/Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Penghasilan : -
Kawin ke : 1 tahun
Umur kawin :12 tahun
Lama kawin : 1 tahun
Alamat : sarirejo
trawasan
sumabito
2)
KELUHAN
UTAMA
Ibu mengatakan merasa
kenceng-kenceng sejak kemarin jam 18.00
3)
RIWAYAT
KESEHATAN SEKARANG
Ibu mengatakan keadaanya lemas
4)
RIWAYAT
OBSTETRI
a.
Riwayat
menstruasi
Menarche : 12 tahun
Lama haid : 7 hari
Banyaknya : 2-3x ganti softek / hari
Siklus : 28 hari
Teratur/ tidak : Teratur
Dismenorhoe : ya 1 hari
selama menstruasi
Fluor albus : ya sebelum menstruasi
Warna/ bau : jernih/khas
HPHT : 10-06-2012
HPL : 17-03-2013
b.
Riwayat kehamilan sekarang
Ibu smengatakan hamil yang ke 1 dengan umur kehamilan 9 bulan
Hasil tes kehamilan + tanggal tes 20-07-2012
Gerak janin yang dirasakan pertama kali usia kehamilan 18 minggu
Gerakan janin yang dirasakan 24 jam terakhir sekitar ±12x
Pmeriksaan kehamilan yang dilakukan (ANC) selama hamil ini
TM I berapa kali : 2x
Tempat : bidan
Keluhan : mual, muntah
Terapi : kalk, B complek
TM II berapa kali : 5x
Tempat : bidan
Keluhan : tidak ada
Terapi : Fe, B Complek
TM III berapa kali : 4x
Tempat : tidak ada
Keluhan : tidak ada
Terapi : Fe, B complek
Imunisasi TT : T5
Keluhan selama hamil ini : mual
muntah
Obat-obat yang dikonsumsi selama hamil : Fe, Kalk, B complek
Penyuluhan yang didapat : gizi,
istirahat
c.
Riwayat
kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
|
No
|
Suami ke
|
Kehamilan
|
Persalinan
|
Nifas
|
Anak
|
ket
|
||||||
|
1
|
umur
|
penyulit
|
penolong
|
Jenis
|
tempat
|
penyulit
|
penyulit
|
Seks
|
menyususi
|
H/M
|
|
|
|
HAMIL INI
|
||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5)
RIWAYAT
GINEKOLOGI
Infertilitas : tidak ada
Penyakit kelamin : tidak ada
Tumor/ kanker : tidak ada
Sistem reproduksi : baik
Operasi ginekologi : tidak ada
6)
RIWYAT
KB
Kontrasepesi yang pernah digunakan :
belum pernah
Lama pemggunaan :
-
Kontrasepsi yang sedang digunakan :-
Keluhan selama memakai kontrasepsi :-
Rencana kontrasepssi selanjutnya :-
7)
RIWAYAT
PSIKOSOSIAL
Apakah kehamilan ini direncanakan :
ya
Apakah kehamilan ini diharapkan :
ya
Harapan terhadap kehamilan sekarang :
laki-laki/ perempuan sama saja
Status perkawinan :
menikah
Jumlah keluarga yang tinggal serumah :
2 orang
Susunan keluarga yang tinggal serumah
|
No
|
Jenis
kelamin
|
Umur(tahun)
|
Hubungan
keluarga
|
Pendidikan
|
Pekerjaan
|
Ket
|
|
1
|
Laki-laki
|
23
|
Suami
|
SMP
|
Swasta
|
-
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8)
RIWAYAT
KESEHATAN KELUARGA
a.
Keturunan
kembar :
tidak ada
b.
Penyakit
keturunan :
tidak ada
Jenis penyakit :
tidak ada
c.
Penyakit
lain dalam keluarga : tidak
ada
Jenis penyakit :
tidak ada
9)
RIWAYAT
KESEHATAN YANG LALU
Penyakit menahun :
tidak ada
Penyakit menurun :
tidak ada
Penyakit menular :
tidak ada
10)
LATAR
BELAKAN SOSIAL BUDAYA DAN DUKUNGAN KELUARGA
Kebiasaan / upacara adat istiadat saat hamil : upacara 7 bulanan
Kebiasaan keluarga yang mengambat :
tidak ada
Kebiasaan keluarga yang menunjang :
ada
Dukungan dari suami :
ada
Dukungan dari dukungan yang lain :
ada
11)
POLA
KEBIASAAN SEHARI-HARI
a.
Pola
nutrisi
Selama hamil :
Makan 3x sehari porsi cukup nasi, sayur, lauk
:
Minum 6-7 gelas + 1 gelas susu
Sebelum hamil :
Makan 3x sehari porsi cukup nasi, sayur, lauk
:
Minum 7-8 gelas sehari
b.
Pola
eliminasi
Selama hamil :
BAK 7-8x BAB 1x sehari
Sebelum hamil :
BAK 5-6x BAB 1x sehari
c.
Pola
istirahat tidur
Selama hamil :
siang 1 jam, malam 5-6 jam
Sebelum hamil :
siang 1 jam, malam 6-7 jam
d.
Pola
aktifitas
Selama hamil :
mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan
Sebelum hamil :
mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan
Masalah : tidak ada
e.
Pola
seksualitas
Selama hamil :
1-3x seminggu
Sebelum hamil :
2-4x seminggu
f.
Pola
personal hygiene
Selama hamil :
mandi 2x, gosok gigi 2x sehari
Sebelum hamil :
mandi 2x, gosok gigi 2x, pembalut 2-3x sehari
g.
Perilaku
kesehatan
Penggunaan alkohol, obat-obatan, jamu,sirih, kopi, rokok sebelum hamil : tidak
pernah
Penggunaan alkohol, obat-obatan, jamu,sirih, kopi, rokok seelama hamil :
tidak pernah
B.
DATA
OBYEKTIF
1.
Pemeriksaan
Umum
|
Keadaan umum
Kesadaran
Keadaan emosional
Tekanan darah
Nadi
Suhu
Respirasi
BB (sebelum hamil)
Tinggi badan
LILA
|
Baik
Composmentis
Baik
100/70 mmHg
80 x/mnt
36,6 C
24 x/mnt
146 cm
45 kg (sekarang): 58 kg
22 cm
|
2.
Pemeriksaan
Khusus
a.
Inspeksi
|
Kepala
|
Warna rambut
Rontok
Benjolan
Ketombe
|
hitam
tidak rontok
tidak ada benjolan
tidak ada ketombe
|
|
Muka
|
Bentuk
Cloasm gravidarum
|
Simetris
Tidak ada
|
|
Mata
|
Kelopak mata
Conjungtiva
Sklera
|
tidak ada benjolan
merah muda
putih
|
|
Hidung
|
Bentuk
Polip
Secret
|
Simetris
Tidak ada
Tidak ada
|
|
Mulut dan gigi
|
Hipersaliva
Gigi
Gusi
Stomatitis
Bibir
Lidah
|
Tidak ada
Tidak ada caries
Tidak ada perdarahan
Tidak ada
Lembab
Bersih
|
|
Telinga
|
Bentuk
Serumen
Kebersihan
|
Simetris
Tidak ada serumen
Bersih
|
|
Leher
|
Pembesaran kelenjar thyroid
Pembesaran vena jugularis
Pembesaran kelenjar lymphe
|
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
|
|
Axilla
|
Pembesaran kelenjar lymphe
|
Tidak ada
|
|
Payudara
|
Bentuk
Pembesaran
Hiperpigmentasi
Papila mamae
Benjolan/ tumor
Keluaran
Kebersihan
|
Simetris
Ada
Ada
Menonjol
Tidak ada
Tidak ada
Bersih
|
|
Perut
|
Pembesaran
Striae
Linea
Luka parut
Pembesaran lien
|
Ada
Ada
Ada
Tidak ada
Tidak ada
|
|
Punggung
|
Posisi tulang belakang
|
Normal
|
|
Anogenital
|
Vulva dan vagina warna
Luka parut
Varices
Oedem
Keluaran
Hemoroid
Kebersihan
|
Kecoklatan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Bersih
|
|
Extremitas
|
Oedem
Varices
Kekakuan sendi
|
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
|
b.
Palpasi
|
Leher
|
Pembesaran kelenjar thyroid
Pembesaran vena jugularis
Pembesaran kelenjar lymphe
|
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
|
|
Payudara
|
Benjolan/ tumor
Keluaran
|
Tidak ada
Tidak ada
|
|
Perut
|
Pembesaran lien/ liver
Leopold I
Leopold II
Leopold III
Leopold IV
TFU MC Donald
TBJ
|
Tidak ada
½ pusat px
Puki
Kepala
Devergen 5/5
35 cm
3720 gr
|
c.
Auskultasi
|
Frekwensi
Punctum maximum
Tempat
|
138x/ menit
-
-
|
d.
Perkusi
|
Reflek pattela
|
+/+
|
3.
Pemeriksaan
Dalam
|
Vaginal Toucher ( dilakukan tanggal......
jam....)
|
|
|
Vulva
Vagina
Effacement
Pembukaan
Ketuban
Bagian terendah
Denominator
Bagian samping kepala
Hodge
|
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
|
4.
Pemeriksaan
Panggul Luar
|
Distansia spinarum
Distansia kristarum
Konjugata externa
Lingkar panggul
Distansia tuberum
|
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
|
5.
Pelvimetri
klinis (bila ada indikasi)
|
Promontorium
Linea innominata
o
Konjugata
vera
o
Dinding
samping
o
Sacrum
o
Spina
ischiadika
o
Os
cocygeous
o
Arcus
pubis
|
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
|
6.
Pemeriksaan
Laboratorium
|
Darah
|
HB
Golongan darah
WR
VDRL
|
11 gr %
0
-
-
|
|
Urine
|
Protein
Reduksi
|
Negatif
Negatif
|
7.
Pemeriksaan
Penunjang Lain
|
USG
NST
Rontgen foto
|
+
-
-
|
II.
IDENTIFIKASI
DIAGNOSA POTENSIAL
1).
Pre
Operasi
|
DS
|
Ibu mengatakan cemas menghadapi operasi
|
|||
|
DO
|
K/U baik
Kesadaran composmentis
|
|||
|
|
TD : 100/70 mmHg
|
N : 80 x / menit
|
S : 36,6 C
|
RR : 20x / menit
|
2).
Intra
Operasi
|
DS
|
-
|
|||
|
DO
|
K/U lemah
Kesadaran composmentis
|
|||
|
|
TD : 100/70 mmHg
|
N : 86 x / menit
|
S : 36 C
|
RR : 22x / menit
|
3).
Post
Operasi
|
DS
|
Ibu mengatakan nyeri pada perutnya bekas operasi
|
|||
|
DO
|
K/U baik
Kesadaran composmentis
|
|||
|
|
TD : 100/60 mmHg
|
N : 86 x / menit
|
S : 36 C
|
RR : 24x / menit
|
III.
ANTISIPASI
MASALAH POTENSIAL
|
Pre Operasi
Intra Operasi
Post Operasi
|
Cemas
Resiko terjadi hipovolemik
Nyeri
|
IV.
KEBUTUHAN
SEGERA
|
Pre Operasi
Intra Operasi
Post Operasi
|
Berikan KIE
Pemberian cairan RL
Berikan posisi yang nyaman
Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi
|
V.
INTERVENSI
Pre operasi
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU pre sectio saesarea atas
indikasi post date + CPD dengan masalah cemas
Tujuan
Setelah dilakukan asuha kebidanan selama 1x 15 menit diharapkan rasa
cemasnya berkurang
Kriteria hasil
1).
K/U
baik, kesadaran composmentis TD 110/70 N 80x/ menit RR 20x/ menit
2).
Pasien
rileks
3).
Pasien
mengatakan tidak cemas
Intervensi
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
1).
Lakukan
pendekatan pada ibu dengan menggunakan komunikasi terapeutik
2).
Lakukan
observasi TTV
3).
Identifikasi
tingkat rasa
4).
Berikan
penjelasan sederhana tentang proses operasi
|
1).
Tercipta
rasa salinng percaya antara petugas denga klien
2).
Untuk
mengetahui perkembangan klien
3).
Rasa
timbul berlebihan akan mennimbulkan reaksi stress yang berlebihan
4).
Ibu
mengerti tentang prosedur operasi
|
Intra operasi
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU intra sectio saesarea
atas indikasi post date + CPD dengan masalah hipovolemik
Tujuan
Setelah dilakukan asuha kebidanan selama 1x 60 menit diharapkan tidak
tejadi syok hipovolemik
Kriteria hasil
1).
Operasi
berjalan dengan lancar tidak terjadi syok hipovolemik
2).
K/U
baik, kesadaran composmentis TD 120/80 N 80x/ menit S 37 C RR 24x/ menit
Intervensi
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
1.
Obeservasi
intake dan output cairan
2.
Observasi
TTV
3.
Posisikan
dalam posisi terlentang sesuai kebutuhan
4.
Berikan
ciran IV sesuai indikasi
|
1.
Mengetahui
keseimbangan cairan pasien
2.
Mengetahui
perkembangan keadaan pasien
3.
Memaksimalkan
aliran balik vena
4.
Untuk
menjaga keseimbangan cairan pasien
|
Post Operasi
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU post sectio saesarea
atas indikasi post date + CPD dengan masalah nyeri
Tujuan
Setelah dilakukan asuha kebidanan selama 1x 15 menit diharapkan nyeri
berkurang
Kriteria hasil
1).
Nyeri
berkurang
2).
K/U
baik, kesadaran composmentis TD 120/80 N 80x/ menit S 37 C RR 24x/ menit
3).
Pasien
tidak menyeringai
Intervensi
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
1).
Kaji
tingkat skala nyeri
2).
Lakukan
obsevasi TTV
3).
Ajarkan
teknik distrasi relaksasi
4).
Berkolaborasi
dengan tim medis dalam pemberian terapi
|
1.
Untuk
mengetahui tingkat nyeri pasien
2.
Untuk
mengetahui perkembangan keadaan pasien
3.
Untuk
mengetahui nyeri pasien
4.
Agar
tepat dalam pemberian terapi
|
VI.
IMPLEMENTASI
Pre Operasi
Tanggal 25 maret 2013 jam 08.30 WIB
1.
Melakukan
pendekatan pada ibu dengan menggunakan komunikasi terapeutik
2.
Melakukan
observasi TTV TD110/70 N 80x/m S 37ºC RR 20x/ menit
3.
Mengidentifikasi
tingkat rasa takut
4.
Memberikan
penjelasan tentang prosedur operasi dan keadaan pasien sekarang
Intra operasi
Tanggal 25 maret 2013 jam 09.00 WIB
1.
Observasi
input dan output input 2000 cc, output 800 cc
2.
Mengobservasi
TTV TD 100/60 N 80x/ mneit S 36 RR 24x/ menit
3.
Memberikan
posisi terlentang
4.
Memberikan
cairan parenteral
Post Operasi
Tanggal 25 maret 2013 jam 09.45 WIB
1.
Menganjurkan
pasien tidur terlentang nyaman
2.
Mengkaji
tingkat nyeri
3.
Mengobservasi
TTV TD 100/60 N 80x/menit S 37 RR 24x/ menit
4.
Menilai
perdarahan ± 20 cc
VII.
EVALUASI
Pre operasi
Hari/Tanggal senin, 25 maret 2013 jam 08.30 WIB
|
S
|
Pasien mengatakan sudah tidak cemas
|
||||
|
O
|
K/U baik kesadaran composmentis
|
||||
|
|
TTV:
|
TD 110/70 mmHg
|
N 80x/ menit
|
S :37ºC
|
RR 20x/ menit
|
|
A
|
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU pre sectio saesarea
atas indikasi post date + CPD dengan masalah cemas
Masalah sudah teratasi
|
||||
|
P
|
Operasi akan dilakukan
|
||||
Intra operasi
Hari/tanggal Senin, 25 maret 2013 Jam 09.00 WIB
|
S
|
-
|
||||
|
O
|
K/U baik kesadaran composmentis
Intake 2000 cc, urine 500 cc perdarahan 300 cc
|
||||
|
|
TTV:
|
TD 110/60
|
N 82
|
S37ºC
|
RR 22x/menit
|
|
A
|
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU intra sectio saesarea
atas indikasi post date + CPD dengan masalah hipovolemik
Masalah teratasi sebagian
|
||||
|
P
|
Intervensi dilanjutkan
Pasien akan dibawa keruang pulih sadar
|
||||
Post Operasi
Hari/Tanggal/Jam seniin 25 maret 2013 jam 12.45
|
S
|
Ibu mengatakan nyerinya mulai berkurang
|
||||
|
O
|
K/U baik kesadaran composmentis
perdarahan 20 cc
|
||||
|
|
TTV:
|
TD 110/60 mmHg
|
N 80x/menit
|
S : 37ºC
|
RR 24x/menit
|
|
A
|
Diagnosa : Ny “S” G1p0000 UK 41 minggu 2 hari THIU post sectio saesarea
atas indikasi post date + CPD dengan masalah nyeri
Masalah teratasi sebagian
|
||||
|
P
|
Pasien akan dibawa keruangan
|
||||
LAPORAN OPERASI
PRE OPERASI
1.
Timbang
terima pasien yaitu perawat ruangan dengan perawat IBS
2.
Dilakukan
sign in meliputi
a.
Identitas
pasien
b.
Diagnosa
pasien
c.
Nama
operasi
d.
Nama
operator
e.
Tempat
operasi
3.
Memberikan
dukungan mental dan menjelaskan tentang operasi
4.
Mengganti
baju pasien dengan baju operasi dan membawa pasien keruangan OK IGD
5.
Memindahkan
pasien kemeja operasi
6.
Dilakukan
time out meliputi kelengkapan tim operasi,
7.
Melakukan
anastesi oleh dokter/ perawat anastesi
a.
Anastesi
SAB
b.
Obat
lidodex, liducain epinefrin
INTRA OPERASI
1.
Melakukan
fiksasi, memasang pengaman agar pasien tidak jatuh
2.
Observasi
TTV TD 110/70 N 80x/ menit, RR 20x/ menit, S 37ºC
3.
Mencuci
tangan – siku dengan menggunakan aseptik dan bilas dengan air bersih, bilas
juga jari-jari tangan lebih tinggi dari siku.
4.
Ambil
gaun steril secara aseptik yaitu pegang jas pada bagian leher dengan
menggunakan tangan kiri
5.
Desinfeksi
area operasi dengan povidone iodin 10% dan alkohol 70%
6.
Pasang
duk steril dan persempit area
dengan duk kecil
7.
Dilakukan
insisi secara horizontal 10cm
Pada explorasi didapatkan uterus gravid
aterm,, APD/S: dbn/dbm
8.
Didapatkan
ketuban jernih dan janin berjenis kelamin perempuan
9.
Plasenta
dilahirkan dengan tarikan ringan
10. Menjahit luka lapis demi lapis
11. Melakukan sign out
a.
Cocokan
jumlah dan kelengkapan instrumen dan kasa
b.
Mencocokan
kelengkapann jarum, instrumen kelengkapan dokumen
c.
Jaringan/cairan
tubuh
12. Rapikan pasien setelah operasi selesai
pindah ke brangkat
13. Pindahkan pasien ke ruang rulih sadar
14. Observasi TTV
15. Alat- alat instrumen operasi dirapikan dan
dihitung sesuai inventaris kemudian direndam dalam larutan DD1 lalu dicuci dan
dikeringkan
16. Steril alat ke CCSD
POST OPERASI
1.
Memiindahkan
pasien ke ruang pulih sadar
2.
Observasi
TTV tiap 15 menit
3.
Memindahkan
pasien ke ruangan
ALDRET SKOR PASCA ANASTESI
Nama : Ny “ S”
Umur : 20 tahun
Jenis kelamin : perempuan
No RM : 169227
|
Uraian
|
Skor
|
|
1).
Pergerakan
anggota badan
2).
Pernafasan
3).
Sirkulasi
4).
Warna
kulit
5).
Kesadaran
|
1
2
2
2
2
|
|
TOTAL
|
9
|
Standart skor untuk pindah ruangan
5 = dapat dipindah ke ruang ICU sentral
7 = dapat dipindah keruang perawatan
9 = dapat langsung pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar